Pembelajaran Kimia Kelas XII 1 - 6
Pahami dan Pelajari Materi TKA KIMIA Rabu 05 - 06 November 2025
Jam Pertama 07.45 - 09.30 12.6 dan 10.00-11.45
Download Materi Pdf 👉 Click Disini
Struktur Alkana Singkat
Sebelum masuk ke turunan, perlu diingat bahwa alkana adalah hidrokarbon jenuh dengan ikatan tunggal antara atom karbon, dan rumus umum .
Contoh: Metana , Etana , Propana dan seterusnya.
Alkana relatif kurang reaktif dibanding senyawa tak jenuh atau yang memiliki gugus fungsi—karena tidak ada gugus fungsi yang mudah bereaksi. Ketika atom H digantikan oleh gugus fungsi, maka terbentuklah turunan alkana yang lebih reaktif.
Klasifikasi Utama Senyawa Turunan Alkana
Berikut adalah beberapa jenis utama senyawa turunan alkana, masing-masing dengan gugus fungsi, rumus umum, dan ciri khasnya:
1. Alkohol (Alkanol)
-
Gugus fungsi: –OH (hidroksil) menggantikan satu atom H pada rantai alkana. Rumus umum:
dimana R = alkil (rantai karbon dari alkana).
-
Tata nama IUPAC: akhiran “-ol”. Contoh: metanol (CH₃OH), etanol (CH₃CH₂OH).
-
Sifat: lebih polar dibanding alkana karena gugus –OH, dapat larut dalam air (tergantung panjang rantai), titik didih lebih tinggi dari alkana sejenis.
-
Kegunaan: bahan baku farmasi, pelarut, antiseptik (misalnya etanol), bahan bakar bio-etanol.
2. Eter (Alkoksialkana)
-
Gugus fungsi: –O– (oksigen tunggal) yang menghubungkan dua gugus alkil (R–O–R′).
-
Rumus umum: .
-
Tata nama IUPAC: alkoksialkana, sedangkan nama trivial: alkil alkil eter, contoh: dietil eter (CH₃CH₂–O–CH₂CH₃).
-
Sifat: biasanya kurang polar dibanding alkohol karena tidak memiliki –OH, jadi kelarutan air lebih rendah. Digunakan sebagai pelarut organik dan dalam bidang medis sebagai anestesi (dulu).
3. Aldehida (Alkanal)
-
Gugus fungsi: –CHO (karbonil di ujung rantai: C=O dan C–H).
-
Rumus umum: .
-
Tata nama IUPAC: akhiran “-al”. Contoh: metanal (HCHO), etanal (CH₃CHO).
-
Sifat: memiliki gugus karbonil sehingga mempunyai reaktivitas tinggi terhadap oksidasi. Banyak digunakan sebagai bahan pengawet (formalin) dan bahan industri lainnya.
4. Keton (Alkanon)
-
Gugus fungsi: –CO– (karbonil di tengah rantai: C=O terikat dua R).
-
Rumus umum: .
-
Tata nama IUPAC: akhiran “-on”. Contoh: propanon (CH₃COCH₃) alias aseton.
-
Sifat: pelarut yang umum digunakan (aseton), reaksi oksidasi terbatas dibanding aldehida karena tidak memiliki H langsung di gugus karbonil.
5. Asam Karboksilat (Asam Alkanoat)
-
Gugus fungsi: –COOH (karbonil + hidroksil) yang menggantikan H atom pada rantai alkana.
-
Rumus umum: .
-
Tata nama IUPAC: akhiran “-oat” diawali dengan “asam”. Contoh: asam metanoat (HCOOH), asam etanoat (CH₃COOH).
-
Sifat: sangat polar, titik didih & titik leleh lebih tinggi, bersifat asam (dapat melepaskan H+). Banyak ditemukan dalam makanan (sebagai asam asetat dalam cuka) dan dalam industri.
6. Ester (Alkil Alkanoat)
-
Gugus fungsi: –COO– (karbonil + alkoksi) yang terbentuk dari reaksi antara asam karboksilat dan alkohol.
-
Rumus umum: .
-
Tata nama IUPAC: alkil + alkanoat. Contoh: metil etanoat (CH₃COOCH₃).
-
Sifat: banyak berbau harum/vinegar-like, digunakan sebagai esens, flavor, pelarut.
7. Haloalkana (Alkil Halida)
-
Gugus fungsi: –X (X = F, Cl, Br, I) menggantikan atom H pada alkana.
-
Rumus umum: .
-
Tata nama IUPAC: awalan “halo-” + nama alkana. Contoh: klorometana (CH₃Cl), bromopropana (CH₃CH₂CH₂Br).
-
Sifat: sering digunakan sebagai refrigeran, pelarut, bahan dasar senyawa organik lainnya; tapi banyak yang berbahaya/beracun jika tidak benar.
Tata Nama, Isomer, dan Reaksi Dasar
Tata Nama
Penamaan senyawa turunan alkana mengikuti sistem IUPAC yang menetapkan nama berdasarkan rantai utama (alkana) + posisi gugus fungsi + akhiran khas (-ol, -al, -on, -oat).
Contoh: untuk alkohol posisi gugus –OH yang bisa di banyak tempat harus diberi nomor, nama seperti “2-propanol”.
Tata nama trivial/layman masih sering digunakan di sekolah dan industri, misalnya “metil alkohol” untuk metanol.
Isomer
Senyawa turunan alkana dapat mempunyai isomer struktur (rantai berbeda) dan isomer fungsi (gugus fungsi berbeda dengan rumus molekul sama). Contoh: alkohol dan eter dengan rumus umum bisa menjadi etanol atau dietil eter.
Isomer mempengaruhi sifat fisika/kimia seperti titik didih, kelarutan, reaktivitas.
Reaksi Dasar
Beberapa reaksi utama dalam senyawa turunan alkana antara lain:
-
Alkohol: dehidrasi, oksidasi (alkohol primer → aldehida → asam karboksilat)
-
Aldehida & keton: oksidasi (khusus aldehida → asam karboksilat)
-
Asam karboksilat + alkohol → ester + air (reaksi esterifikasi)
-
Haloalkana: reaksi substitusi, eliminasi.
Reaksi-reaksi ini penting dalam industri kimia dan proses biologis.
Sifat Fisika dan Kimia & Kegunaan
Sifat Fisika & Kimia Umum
Karena memiliki gugus fungsi, turunan alkana memiliki sifat yang berbeda dari alkana:
-
Kelarutan dalam air: semakin polar gugus fungsi dan semakin pendek rantai, semakin larut. Contohnya: etanol cukup larut air, sedangkan alkohol rantai panjang kurang larut.
-
Titik didih/lebur: gugus fungsi meningkatkan titik didih dibanding alkana sejenis karena adanya ikatan antar-molekul seperti H-bond (contoh: alkohol) atau interaksi dipol.
-
Reaktivitas: gugus fungsi menentukan jenis reaksi yang bisa terjadi (oksidasi, substitusi, kondensasi).
-
Bau dan warna: banyak ester harum, beberapa aldehida dan asam kuat baunya.
Kegunaan dalam Kehidupan Sehari-hari dan Industri
-
Alkohol (etanol): sebagai bahan bakar (bioetanol), pelarut, antiseptik.
-
Eter: pelarut industri, dahulu sebagai anestesi (dietil eter).
-
Aldehida (formaldehid): pengawet, bahan baku plastik.
-
Keton (aseton): pelarut cat kuku, industri plastik.
-
Asam karboksilat: asam asetat (cuka), asam format dalam semut, asam lemak.
-
Ester: aroma buah-buahan sintetis, flavor makanan, pelarut.
-
Haloalkana: refrigeran, pelarut, sintetis organik.
Hal ini menunjukkan bahwa materi ini sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya teori di kelas.
Contoh Ringkas dan Aplikasi
Berikut beberapa contoh konkret:
-
CH₃CH₂OH → etanol (alkohol)
-
CH₃–O–CH₃ → dimetil eter (eter)
-
CH₃CHO → etanal (aldehida)
-
CH₃COCH₃ → propanon (keton)
-
CH₃COOH → asam etanoat (asam karboksilat)
-
CH₃COOCH₃ → metil etanoat (ester)
-
CH₃CH₂Br → etil bromida (haloalkana)
Contoh-contoh ini memperlihatkan bagaimana perubahan kecil pada gugus fungsi atau struktur menghasilkan senyawa yang berbeda sifatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar