Rabu, 22 Juli 2026

BILANGAN OKSIDASI (BILOKS) DAN REAKSI REDOKS

 

 BILANGAN OKSIDASI (BILOKS) DAN REAKSI REDOKS

Pembelajaran dan Tugas 20 - 25 Jul 2026

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  • Menentukan bilangan oksidasi suatu unsur dalam senyawa atau ion.
  • Menjelaskan konsep oksidasi dan reduksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi.
  • Mengidentifikasi oksidator dan reduktor dalam suatu reaksi.
  • Menganalisis reaksi redoks yang berkaitan dengan fenomena dan proses kimia dalam kehidupan sehari-hari.

A. Pengertian Bilangan Oksidasi (Biloks)

Bilangan oksidasi adalah angka yang menunjukkan jumlah elektron yang dilepas, diterima, atau digunakan bersama oleh suatu atom dalam suatu senyawa atau ion. Biloks digunakan untuk menentukan apakah suatu unsur mengalami oksidasi atau reduksi dalam suatu reaksi kimia.



B. Aturan Menentukan Bilangan Oksidasi

  1. Unsur bebas memiliki biloks 0.
    • Contoh: H₂, O₂, Fe, Cu.
  2. Ion monoatomik memiliki biloks sesuai muatannya.
    • Na⁺ = +1
    • Cl⁻ = –1
  3. Jumlah biloks seluruh atom dalam senyawa netral = 0.
  4. Jumlah biloks seluruh atom dalam ion poliatomik = muatan ion.
  5. Hidrogen (H):
    • Umumnya +1
    • Pada hidrida logam = –1
  6. Oksigen (O):
    • Umumnya –2
    • Pada peroksida = –1
    • Pada OF₂ = +2
  7. Logam golongan IA = +1, golongan IIA = +2, Aluminium = +3.




C. Pengertian Reaksi Redoks

Reaksi redoks adalah reaksi yang melibatkan perubahan bilangan oksidasi.

  • Oksidasi = kenaikan bilangan oksidasi (kehilangan elektron).
  • Reduksi = penurunan bilangan oksidasi (menerima elektron).
  • Oksidator = zat yang menyebabkan oksidasi dan mengalami reduksi.
  • Reduktor = zat yang menyebabkan reduksi dan mengalami oksidasi.

D. Cara Menentukan Reaksi Redoks

  1. Tentukan bilangan oksidasi setiap unsur.
  2. Bandingkan biloks sebelum dan sesudah reaksi.
  3. Jika biloks naik → oksidasi.
  4. Jika biloks turun → reduksi.

Contoh:

Zn + CuSO₄ → ZnSO₄ + Cu

  • Zn : 0 → +2 (oksidasi)
  • Cu : +2 → 0 (reduksi)

Maka:

  • Zn = reduktor
  • Cu²⁺ = oksidator


TUGAS SISWA

Kerjakan Pada Buku Tulis Masing Masing

Soal 1

Tentukan bilangan oksidasi setiap unsur pada senyawa berikut!

a. H₂SO₄

b. KMnO₄

c. NH₄NO₃

d. K₂Cr₂O₇


Soal 2

Tentukan bilangan oksidasi unsur yang dicetak tebal!

a. S dalam H₂SO₄

b. Mn dalam KMnO₄

c. Cr dalam K₂Cr₂O₇

d. N dalam NH₃

e. Cl dalam KClO₃

Soal 3

Perhatikan reaksi berikut.

Fe₂O₃ + 3CO → 2Fe + 3CO₂

Tentukan:

  1. Unsur yang mengalami oksidasi.
  2. Unsur yang mengalami reduksi.
  3. Oksidator.
  4. Reduktor.

Soal 4

Dalam proses pembuatan besi di tanur tinggi digunakan reaksi berikut.

Fe₂O₃ + 3CO → 2Fe + 3CO₂

Jelaskan mengapa gas CO disebut sebagai reduktor, ditinjau dari perubahan bilangan oksidasi yang terjadi pada setiap unsur dalam reaksi tersebut.

Selamat Mengerjakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar